Tampilkan postingan dengan label Fathul Wadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fathul Wadi. Tampilkan semua postingan

30/05/16

Kecup rasa setahun silam

Mei 30, 2016

Hari ini seperti beberapa hari yang telah lalu, aku tengah dirundung kalut yang buat hariku semrawut, resah yang membuat hatiku gelisah, jengah yang membuat imanku lemah, hingga gundah yang membuat aku merana.

Entah apa sebabnya, namun berimbas pada aku yang jadi tidur larut, dhuhaku yang jadi berkunut, mata yang selalu menuntut untuk lagi terkatup, tidur.

Siangku menjadi sore, karena tidur semenjak Dhuha, dan terbangun di sepertiga senja, kala yang lain sibuk dengan kajian, hafalan, talkhisan, mempersiapkan diri menghadapi ujian, aku malah terlena dalam balutan selimut.

---------------------------
Aku sadari aku berjiwa aktifis, senang berorganisasi dan ingin selalu dinamis, bergerak dan berubah, selalu ingin berpindah dan sangat tak mau kalah.

Untuk diketahui, Aku kini tengah menjadi sekretaris, di kepanitiaan menyambut tamu amat penting, gubernur provinsi ku Jawa Barat. Aku juga sekretaris di kekeluargaan mahasiswa Jawa Barat, KPMJB, yang mana telah dilantik dengan segenap jiwa dan raga untuk senantiasa menjalankannya mulia melayani segenap masyarakat Jawa Barat di Mesir. Dan dengan jabatan ku sebagai sekretaris itu aku mendapat kesempatan untuk tinggal di aset organisasi yang meringankan ku karena tidak dipungut biaya sebesar bagaimana aku dulu harus membayar.

Sudah barang tentu dengan aku yang menjadi sekretaris panitia, sekretaris organisasi, penghuni aset organisasi aku memiliki banyak tuntutan dan tugas-tugas. Dan nyatanya, aku yang sok organisatoris ini malah lalai, mengabaikan tugas, lari dari tanggungjawab ku.

Bukan tanpa sebab, bukan karena kebetulan, setelah ditimbang sedemikian matang, difikir sedemikan fakir, dan direnungi sedemikian murung, mulai kisadari ada yang telah terlalu lama aku abaikan.

Ada rakaat yang selalu kutinggalkan, ada bangun malam yang selalu ku kesampingkan, ada panggilan yang selalu kuacuhkan, ada amalan baik yang selalu ku bicarakan, ada ghibah yang kebudayakan, ada hati yang selalu kusakiti, ada usia yang kusiasiakan, ada amanah yang kukhianati.

Aku ingin menangis, berteriak hingga histeris, mengaduh hingga gaduh, berlari hingga terjerembab jatuh.
Aku ingin berlabuh, dari keterombangambingan ombak tiada teguh.
Aku ingin berhenti hanyut, dari maksiat yang kian kini kiat akut.
Aku ingin pergi, dari kebisingan nafsu yang semakin nyaring menggerayangi.
Aku ingin sudahi, keterasingan diri karena jauh dari mengaji, jauh dari berbakti, terlalu angkuh untuk hanya menyadari.
Aku ingin hijrah, menuju-Mu yang Maha Megah, yang Maha Indah.

Izinkan aku mengaduh, izinkan aku merengkuh, dan jangan biarkan aku menjauh, dari Rahmat naunganmu yang teduh.

03/05/16

Teruntuk Malam

Mei 03, 2016
teruntuk malam...

teruntuk malam
terimakasih karena sudah begitu kelam
hingga tiada perlu ada ratapan yang kubungkam
dan aku bebas berteriak tanpa khawatir ada yang merekam

malam
mengapa rasanya sulit untuk sekedar diam
mengapa jengah kurasa kala kalut tiada teredam
mengapa sunyi sebegitu saktinya menyulut emosi hingga tak kunjung padam

malam
tak ada apapun yang coba kusulam
meski benang telah begitu kusut di kursiku yang pualam
menjeratku hingga jatuh lalu pipiku melegam

malam
sebegitu teganyakah pagi kelak olehnya engkau ditikam
pudarkan semua sunyi yang sedari senja coba kau genggam
hingga akhirnya kau sirna ditelan awan yang mulai menghitam.


-Arrifinson


21/04/16

Who is 'the way i am'?

April 21, 2016

LATAR BELAKANG
_usia remaja adalah masa peralihan dari balita ke dewasa ibarat jembatan satu pintu namun beribu arah tujuan, dimana seluruh anak memasuki gerbang ini dengan satu rasa, satu jenis perkara, namun berujung di persinggahan dan tujuan yang berbeda sesuai dengan bagaimana usahanya melintasi jembatan itu.

Sebagai contoh, setiap anak di berbagai daerah selalu menghadapi 3 macam permasalahan di 3 ranah yang hampir selalu sama, ranah rumah bersama orang tua dan keluarga, meliputi permasalahan seputar pembagian tugas dan peran dalam rumah tangga. Ranah sekolah di tempatnya belajar bersama guru dan kawan sebaya yang biasanya problematika yang dihadapi lebih beragam. Seperti belajar, mulai memiliki kisah percintaan dan lainnya. Yang ketiga di ranah lingkungan yang biasanya paling berdampak untuk fase kehidupannya mendatang.

JATI DIRI
_Namun siapapun dia diusia remaja manapun, pasti akan menemui satu celah besar di perjalanannya menuju kedewasaan yang sangat akan menentukan bagaimana ia di kehidupan dewasanya kelak, yaitu pencarian jati diri.

Satu fase dimana dia mulai tertarik akan suatu hal yang lalu timbul keinginan dalam dirinya untuk menjadikan itu sebagai life style nya sendiri, menjadi karakter nya sendiri, menjadi identitas dirinya yang akan bangga ia tunjukkan pada khalayak banyak.

Hanya masalahnya, remaja dibekali banyak kelebihan untuk mengeksplorasi hari harinya namun belum dikaruniai kebijaksanaan untuk mengimbangi itu semua, sehingga sering kali gegabah dalam menentukan pilihan hidupnya yang akhirnya mencelakakannya di kemudian hari.

KENALI
_Kawan, aku bukan kak Seto yang ahli dalam dunia kanak-kanak, bukan pula seorang praktisi ataupun yang bergelut riuh dalam dunia itu, melainkan seorang yang juga sama sepertimu, sangat kebingungan dalam menentukan langkah selanjutnya dalam kisah hidup kita.

Aku hanya ingin bilang, kenali dirimu sejak dini, apa saja potensimu kembangkan lah, segala kekurangan mu kurangilah, data segala hal yang ingin engkau lampaui dalam hidup ini, setiap hal besar atau kecil yang ingin kau capai sebelum mati, dan setahap demi serahap namun pasti, mulailah Titi jalan itu hingga tiada penyesalan diakhir hayatmu kelak.

Di fajar malam, Nashr city, Egypt.

08/12/15

Islam Itu Agama Yang Mudah

Desember 08, 2015


Islam itu agama yang mudah, tapi bukan gampangan!

Islam agama yang paling toleran dibandingkan agama-agama lainnya di dunia ini, karena Islam datangnya dari Alloh untuk memudahkan!

Alloh menjadikan agama Islam mudah dengan semua toleransi di setiap lini, dari mulai aqidah, ibadah, juga muamalah.

Contoh kemudahan dan toleransi Islam dalam Aqidah adalah dengan menjadikan Alloh sebagai satu-satunya tuhan, yang patut disembah dan tak boleh diduakan. Bukan menuhankan manusia yang sepemikiran dan selingkungan dengan kita, apa lagi bebatuan yang tak lebih mulia dari piring-piring kita di rumah. Karena dimana letak keadilan dan kemudahan suatu agama jika pusat dan objek ritual peribadatannya adalah sesuatu yang lemah lagi tidak sempurna, juga berbilang atau diperanakan?

Lalu contoh lain dari toleransi Islam dalam ibadah adalah dengan menjadikan seluruh bentuk ibadah mudah dilakukan oleh setiap manusia, seperti rukhsoh/keringanan dalam banyak jenis peribadahan orang islam.

Tapi harus menjadi catatan, bahwa toleransi Islam bukan hanya pada bentuk rukhsoh/keringanan saja, bahkan justru pada inti Dari ibadah tersebut. Seperti syariat berwudhu, yang jika dikaitkan dengan keharusan mandi untuk setiap kali sholat, pasti memberatkan. Juga manfaat yang tidak sedikit dari 'hanya' berwudhu, seperti banyak saran dan anjuran dari kalangan medis barat tentang pentingnya mencuci muka setiap 4 jam sekali.

Berlanjut ke artikel berikutnya.....

-Kuliah Dauroh Lughoh bersama Ust. Musthofa

07/12/15

Hidup Bak Burung Atau Hewan Melata

Desember 07, 2015

Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhialloh 'anhu pernah berkata :
هذه الأجساد قفص الطيور، واصطبل الدواب
"Tubuh ini adalah sangkar burung dan kandang hewan"

Kamu tentu tahu bagaimana sangkar burung, tergantung nyaman di ketinggian, dibersihkan setiap pagi dan petang, diberi makan berkecukupan, berisikan burung berbulu indah berkicau merdu, obat penat diambang kegundahan.

Kamu pun tentu tahu bagaimana kandang, Tanpa lantai hanya beralas tanah, debu bertebaran, lumpur bergenangan, kala dingin angin membekukan, kala siang hawa panas tetap menggerahkan, berisikan kambing berbau badan menyengat, atau babi dengan lumpur di seluruh badan, atau sapi dengan moncong lembab, tempat beternak, membudidayakan, sebagai ladang usaha, bukan tempat bersantai-santai.

Begitu pula kita, manusia; terdiri atas jasad dan ruh, sangkar dan isunya. Maka jasad kita sesuai ruh, jika ruh kita baik laksana beburungan, maka jasadpun akan laksana sangkar dengan segala keistimewaannya, jika ruh kita buruk laksana hewan melata, jasadpun tak ubahnya seperti kandang yang kotor.

Kawan, badan kita lemah, mungkin karena jiwa kita lemah, wajah kusam, mungkin lantaran air wudhu jarang terbasuhkan, jasad kita terasa hampa, mungkin karena kurangnya ibadah kita.

Mari semangat, tak masalah kita bagaimana dalam rupa, berbaiklah dalam besikap, Alloh ganti dengan beribu kebaikan yang ladang tak terbayangkan sebelumnya.

FW

06/12/15

Dai Grafis

Desember 06, 2015

Kemarin saya ngikut pelatihan desain grafis yang digagas bagian kaderisasi KPMJB (FYI, KPMJB itu singkatan dari Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat di mesir, kayak komunitas khusus orang Jabar di Mesir, klo di pondok kayak konsulat gtuh) ununk mempersiapkan bekal buat Maba baru. Dibagi menjadi 2 kategori, Desai Grafis 2 Dimensi (Corel Draw X7) salam 2 pertemuan setiap hari jum'at ama Desai Grafis 3 dimensi ato video (Corel Video Studio X7) dalam 1 pertemuan pada sabtu tanggal 5 Desember 2015 kemarin.
Seru n bermanfaat banget, apalagi jaman sekarang yang serba digital.

Gak banyak sih pesertanya, tapi seru, seriusan...