Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhialloh 'anhu pernah berkata :
هذه الأجساد قفص الطيور، واصطبل الدواب
"Tubuh ini adalah sangkar burung dan kandang hewan"
Kamu tentu tahu bagaimana sangkar burung, tergantung nyaman di ketinggian, dibersihkan setiap pagi dan petang, diberi makan berkecukupan, berisikan burung berbulu indah berkicau merdu, obat penat diambang kegundahan.
Kamu pun tentu tahu bagaimana kandang, Tanpa lantai hanya beralas tanah, debu bertebaran, lumpur bergenangan, kala dingin angin membekukan, kala siang hawa panas tetap menggerahkan, berisikan kambing berbau badan menyengat, atau babi dengan lumpur di seluruh badan, atau sapi dengan moncong lembab, tempat beternak, membudidayakan, sebagai ladang usaha, bukan tempat bersantai-santai.
Begitu pula kita, manusia; terdiri atas jasad dan ruh, sangkar dan isunya. Maka jasad kita sesuai ruh, jika ruh kita baik laksana beburungan, maka jasadpun akan laksana sangkar dengan segala keistimewaannya, jika ruh kita buruk laksana hewan melata, jasadpun tak ubahnya seperti kandang yang kotor.
Kawan, badan kita lemah, mungkin karena jiwa kita lemah, wajah kusam, mungkin lantaran air wudhu jarang terbasuhkan, jasad kita terasa hampa, mungkin karena kurangnya ibadah kita.
Mari semangat, tak masalah kita bagaimana dalam rupa, berbaiklah dalam besikap, Alloh ganti dengan beribu kebaikan yang ladang tak terbayangkan sebelumnya.
FW